Cara mengatasi tandon air agar tidak berlumut sebenarnya cukup mudah. Selain dengan memilih tipe atau jenis yang tepat, pertumbuhan lumut di dalam penampungan air (toren) juga dapat dicegah dengan perawatan rutin dan menambahkan beberapa bahan kimia yang aman.

Cara Mengatasi Tandon Air agar Tidak Berlumut

Air merupakan sumber daya alam yang sangat penting. Karena itu, menyimpan air di tempat yang aman agar tetap sehat dan bisa digunakan, juga penting.

Paparan sinar matahari langsung bisa mempercepat pertumbuhan alga atau lumut. Padahal, sebagian besar tandon perlu ditempatkan di tempat yang tinggi (biasanya di loteng rumah) agar tekanan air yang mengalir di keran bisa deras.

Untuk mengatasi agar toren (penampungan) air tidak berlumut meski ditempatkan di loteng, berikut adalah beberapa cara yang bisa Anda lakukan.

Baca juga: Tips Beli Tandon Air yang Bagus dan Sesuai Kebutuhan?

1. Beli tandon tipe antimikroba (antimicrobial)

Seperti yang banyak kita tahu, lumut adalah organisme yang membutuhkan sinar matahari sebagai sumber energi untuk hidup dan berkembangbiak.

Karena organisme ini kembangbiak menggunakan metode fotosintesis. Maka, apabila tidak ada sinar matahari, lumut pun tidak akan dapat bertahan hidup.

Jika punya opsi memilih saat akan membeli toren air, cobalah untuk memilih yang tipe antimicrobial. Alat penampungan air seperti ini biasanya dirancang secara khusus agar tidak tembus sinar UV (matahari).

Jika tertarik untuk membeli toren dengan fitur khusus tersebut, Anda bisa membaca artikel rekomendasikan 7 tandon anti lumut terbaik yang telah kami tulis sebelumnya.

2. Lindungi dari sinar matahari langsung atau tempatkan ditempat yang teduh

Sinar matahari (sinar UV) bisa menembus permukaan tandon. Terutama, yang terbuat dari bahan polyethylene (pe). Itulah sebabnya mengapa toren bisa berlumut meskipun secara kasat mata tampaknya tertutup. Terlebih jika anda menggunakan tandon dengan kualitas standar.

Seperti yang telah disampaikan pada poin 1. Jika ingin tandon bebas lumut, pastikan anda memilih yang tipe antibacterial. Karena tipe tersebut biasanya dibuat dengan beberapa lapisan, yang salah satu (lapisannya) berfungsi untuk membantu sinar matahari menembus dinding bak penampungan air.

Di samping membeli penampungan air tipe antibacterial atau yang terbuat dari bahan stainless steel. Berikut adalah beberapa cara yang bisa Anda coba untuk melindungi toren dari paparan sinar matahari langsung.

1. Cat permukaan bagian luar. Lapisan cat bisa membantu menghalangi sinar matahari

2. Tempatkan di tempat yang teduh atau terlindungi. Bisa dengan memberikan atap dan bedengan dari seng

3. Bersihkan tandon secara berkala

Meski telah membeli toren tipe antibakteri, tetap saja, alat penampungan air ini perlu dibersihkan secara berkala. Karena selain lumut, tanah, pasir, atau berbagai macam endapan lainnya juga bisa mempengaruhi kualitas air. Entah itu, mempengaruhi rasa maupun aromanya.

Endapan tanah misalnya, bisa menyebabkan pertumbuhan jentik-jentik hingga berbagai macam binatang. Di samping, bisa meninggalkan kerak yang apabila tidak dibersihkan akan membuat permukaan bagian dalam toren jadi lebih mudah kotor.

Waktu paling ideal untuk menguras dan membersihkan tandon biasanya berkisar antara 3 sampai dengan 6 bulan sekali. Tergantung dari jenis/tipe (toren air) yang Anda beli, karakteristik air yang Anda tampung, dan juga lingkungan atau paparan sinar matahari.

Baca juga: Cara Membersihkan dan Merawat Tandon Air agar Tidak Berlumut

4. Jangan menyikat bagian dalam tangki

Pada saat membersihkan bagian dalam toren atau tandon, usahakan untuk tidak menggunakan sikat yang bersifat abrasif, karena bisa mengikis lapisan pelindungnya.

Untuk membersihkan bagian dalam bak penampungan air, sebaiknya gunakan spons atau kain pel. Gunakanlah sikat yang berbulu lembut hanya jika terpaksa.

5. Hindari membersihkan tandon dengan sabun atau dirt removal

Sabun dan juga dirt removal sangat tidak direkomendasikan untuk membersihkan bagian dalam toren air. Pasalnya, kedua cairan pembersih tersebut bisa meninggalkan residu yang akan mempengaruhi kualitas air.

6. Menambahkan tawas

Cara mencegah agar tandon tidak berlumut lainnya bisa dengan menambahkan tawas sebanyak 150 g untuk setiap 1 m3 air.

Fungsi tawas atau pemutih air adalah untuk membantu membunuh dan mencegah pertumbuhan ganggang serta berbagai mikroorganisme.

7. Menambahkan kaporit ke dalam air

Banyak orang yang beranggapan bahwa kaporit adalah zat kimia yang berbahaya bagi kesehatan dan perlu dihindari. Separuh anggapan tersebut benar, tapi separuhnya perlu ditelaah kembali. Mengapa?

Penggunaan kaporit pada air sebenarnya sudah sangat umum. Bahkan di kota-kota besar hingga di negara-negara maju sekalipun.

Karena fungsi utama kaporit adalah untuk membunuh bakteri, jamur, virus, dan berbagai mikroba berbahaya lainnya. Sehingga, air jadi aman untuk digunakan dan tidak akan menimbulkan penyakit seperti, kolera, tifoid, hepatitis A, hingga disentri.

Pada dasarnya, kaporit adalah bahan kimia yang akan hancur dengan sendirinya apabila sudah terpakai.

Meski demikian, penggunaannya harus sesuai dengan aturan. Karena apabila kurang atau berlebihan, hal tersebut akan berpotensi menyebabkan masalah.

Jika jumlahnya kurang, bakteri atau berbagai macam mikroorganisme yang ada di dalam air tidak sepenuhnya mati sehingga, air bisa menjadi berbahaya untuk dikonsumsi.

Sebaliknya, konsentrasi kaporit berlebihan pada air juga dapat menimbulkan efek bagi kesehatan karena kaporit mengandung klorin.

Baca juga: Lebih Baik Beli Tandon Air Plastik atau Stainless Steel?

Share.
Rudhi Hadhi

Teknisi yang juga suka menulis di Internet. Semoga apa yang saya tulis di website ini bisa bermanfaat.

Leave A Reply

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.

× Chat di WhatsApp
Exit mobile version