Beranda Panduan Tips Memilih AC Cassette untuk Kantor atau Gedung

Tips Memilih AC Cassette untuk Kantor atau Gedung

253
0
tips memilih ac cassette untuk kantor

Memilih air conditioner (AC) untuk mendinginkan atau menyejukkan udara di dalam kantor tidak semudah memilih sistem penyejuk udara untuk rumah atau apartemen. Pasalnya, ada banyak hal yang perlu dipertimbangkan pada saat memilih penyejuk udara untuk kantor.

Mulai dari anggaran yang tersedia, format atau desain kantor, batas konsumsi energi, hingga konstruksi bangunan. Nah, agar memilih sistem penyejuk udara untuk kantor tidak lagi memusingkan, Anda bisa mencoba menerapkan beberapa tips memilih AC cassette untuk kantor atau gedung berikut ini.

Mengapa harus AC cassette?

Diantara alasan mengapa AC model kaset lebih cocok apabila digunakan di kantor atau di ruangan-ruangan yang luas adalah, karena bisa ditempatkan di tengah-tengah ruangan. Sehingga, alih-alih hanya menyejukkan satu tempat seperti yang terjadi apabila kita menggunakan model wall mounted, model kaset menawarkan pendistribusian udara dingin yang lebih merata (360°).

Di samping itu, penyejuk udara yang dipasang di langit-langit ini juga memiliki daya tarik estetika yang sangat baik. Terutama untuk menghindari agar tidak merusak pemandangan. Alih-alih dipajang di dinding, model kaset akan ditempatkan di langit-langit sehingga tampak tersembunyi atau seolah-olah menyatu dengan plafon.

Baca Juga: Rekomendasi AC Cassette yang Terbaik dan Berkualitas

Hemat biaya dan efektif

Setiap kali kita berniat untuk memasang AC di sebuah ruangan, faktor biaya selalu menjadi pertimbangan utama. Ya, kita pasti selalu ingin membeli AC yang harganya murah, bagus, serta hemat listrik.

Untuk perkantoran, lobby, gedung, atau ruangan ruangan yang besar termasuk ruang tamu, AC model kaset adalah salah satu yang paling efektif dan ekonomis untuk digunakan.

Proses pemeliharaannya mudah dan biaya perawatannya ringan

Terlepas dari jenis atau model AC apapun yang kita pasang di rumah, semuanya pasti membutuhkan perawatan atau pemeliharaan. Jika tidak bisa merawatnya sendiri, jangan ragu untuk meminta bantuan tenaga teknisi AC profesional untuk melakukannya.

Jika dibandingkan dengan model AC lainnya, model kaset cenderung lebih mudah dibersihkan dan mudah dibongkar pasang. Bahkan jika dilakukan oleh seseorang yang tidak profesional sekalipun.

Sebagian besar mesin AC berada di luar ruangan. Jadi, apabila terjadi kerusakan atau masalah, teknisi AC bisa langsung memperbaikinya tanpa mengganggu kinerja karyawan atau aktivitas di dalam gedung.

Baca Juga: AC Tidak Dingin Setelah di Service, Apa Penyebabnya?

Lebih hemat ruang dan lebih senyap

Kebanyakan AC standard model wall mounted hanya tersedia dengan kapasitas maksimal 2.5 PK. Sebaliknya, model AC kaset umumnya berkapasitas lebih besar mulai 2 PK hingga 6 PK, seperti yang ditawarkan oleh merk Daikin.

Jadi, alih-alih memasang AC wall mounted 2 atau 3 (2 PK) di dalam sebuah ruangan, akan lebih hemat tempat dan lebih simpel apabila kita menggunakan sebuah AC kaset dengan kapasitas 6 PK.

Disamping lebih hemat tempat dan bisa membantu menghemat biaya perawatan (karena jumlahnya yang lebih minim), cassette air conditioner juga akan terdengar lebih tenang. Pasalnya, suara 1 buah AC tentu akan lebih senyap dibandingkan apabila kita memasang 3-4 buah AC, yang walaupun suaranya senyap tapi jika semuanya dihidupkan secara bersamaan, tentu akan menghasilkan suara yang lebih keras.

Karena itulah, AC model ini sangat disarankan untuk digunakan di perkantoran yang membutuhkan ketenangan. Sehingga, orang-orang yang bekerja di sana akan merasa lebih nyaman juga akan bisa berkonsentrasi dengan baik. Pada akhirnya, ruangan yang nyaman dan lingkungan yang tenang akan membuat produktivitas karyawan tetap stabil.

Tips memilih AC Cassette untuk kantor atau gedung

Terlebih dahulu tentukan ukuran ruangan atau kantor

Agar bisa memilih kapasitas AC yang tepat untuk dipasangkan pada sebuah ruangan dengan luas tertentu, Anda bisa melihat contoh ukuran ruangan dan kapasitas AC kaset berikut ini.

  • Ruangan berukuran 20 M2: Bisa dipasangkan AC dengan kapasitas 2-2.5 kW
  • 20-40 M2: 2,5-5 kW
  • 40-60 M2: 4-6 kW
  • 60-80 M2: 5-7 kW
  • 80 M2 atau lebih: 6-9 kW

Panduan di atas bersifat umum. Jika ingin lebih efisien dan lebih efektif, Anda perlu melakukan kalkulasi yang lebih akurat agar pilihan kapasitas AC yang akan Anda pasang lebih sesuai.

Baca Juga: Tips Menghitung Kapasitas AC Ruangan Paling Jitu

Pilihlah AC yang dilengkapi dengan fitur pintar

Fitur pintar adalah fitur yang sangat penting karena kerap bisa membantu menghemat biaya serta memberikan tingkat kenyamanan yang lebih baik.

Dengan adanya fitur pintar yang dapat mendeteksi, alih-alih memberikan suhu dingin terus-menerus, AC bisa menyesuaikan suhu agar orang-orang yang bekerja di dalam ruangan tetap merasa nyaman.

Jangan memasang AC berkapasitas lebih kecil dari yang dianjurkan

Alih-alih memasang underpowered AC, yaitu AC dengan kapasitas yang terlalu kecil untuk sebuah ruangan, Anda sangat disarankan memasang AC dengan kapasitas yang lebih besar.

Manfaatnya adalah untuk menghindari agar AC tidak terus-menerus bekerja keras mendinginkan ruangan (yang terlalu besar) akibat kapasitasnya yang terlalu kecil. Sebaliknya, AC dengan kapasitas sedikit lebih besar tidak akan bekerja terlalu keras sehingga dinginnya bisa lebih awet dan energi yang digunakan pun lebih hemat.

Sebagai contoh, jika hasil penghitungan Anda menunjukkan ruangan membutuhkan AC berkapasitas 6 kW, maka cobalah mencari AC dengan kapasitas minimal 6 kW atau 6.5 kW. Jangan memasang AC yang lebih kecil misalnya 4 kW atau 5 kW.

Jangan lupa memperhitungkan bentuk atau desain dan peruntukan ruangan

Tips memilih AC kaset untuk kantor atau gedung selanjutnya adalah mempertimbangkan desain, peruntukan, dan bentuk ruangan tersebut. Sehingga Anda bisa melakukan penghitungan dengan tepat dan detail sebelum menentukan kapasitas AC yang akan Anda beli. Perhitungan tersebut meliputi:

  • Ukuran ruangan: Panjang x Lebar x Tinggi.
  • Jenis ruangan: Apakah itu ruang tamu yang tertutup atau terbuka, sebuah lobby dan resepsionis, kamar tidur, atau tempat kerja yang digunakan oleh banyak orang.
  • Perkirakan juga seberapa sering matahari menyinari dinding ruangan, yang dapat menyebabkan ruangan menjadi sedikit lebih panas dibandingkan dengan ruangan yang dindingnya tidak langsung terpapar sinar matahari.
  • Perhatikan iklim setempat.
  • Perhatikan juga apakah di bagian dinding terdapat banyak jendela kaca tanpa tirai atau dengan tirai, terutama yang menghadap ke arah timur dan barat. Kaca yang terpapar sinar matahari langsung dapat menyebabkan ruangan lebih panas dibandingkan dengan tembok berbahan semen dan bata.

Baca Juga: Rekomendasi AC untuk di Apartemen yang Bagus

Nah, itulah sedikit tips memilih AC Cassette untuk di kantor atau gedung, tentu saja tips ini akan lebih maksimal Anda terapkan dengan langsung survey lokasi terlebih dahulu. Namun, setidaknya secara garis besar seperti yang ada di tulisan ini dalam memilih AC Cassette.

(Rh/Hk)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.