Beranda HVACR 10 Kesalahan dalam Menggunakan Freezer (Lemari ES)

10 Kesalahan dalam Menggunakan Freezer (Lemari ES)

272
0

Freezer atau yang lebih kita kenal dengan istilah lemari es di era modern ini sangat kita butuhkan. Terutama untuk membantu menjaga kesegaran bahan makanan maupun makanan siap saji.

Tak jarang, kita mengandalkan lemari es untuk membekukan ikan atau seafood, daging unggas maupun daging merah, buah-buahan, hingga ASI.

Tapi sayang, kemudahan tersebut seringkali tidak diimbangi dengan pengetahuan yang bisa membantu kita memaksimalkan manfaat freezer.

Nah, agar fungsi lemari es bisa dimaksimalkan, ada baiknya Anda mengetahui beberapa kesalahan yang kerap kita lakukan tanpa sadar saat menggunakan freezer.

1. Mengatur suhu terlalu tinggi

Mengatur suhu di dalam freezer pada 0° atau yang lebih rendah untuk menyimpan makanan beku dalam jangka panjang sangat dianjurkan. Jika lemari es yang Anda miliki tidak disertai dengan termometer, pastikan Anda membeli dan menyediakan termometer di lemari es agar bisa mengetahui suhunya setiap saat.

2. Tidak membuat es batu

Es batu bisa dibuat dengan berbagai cara, salah satunya adalah dengan menggunakan bungkus plastik gula 1 kg. Sekalipun tampaknya tidak terlalu penting, namun es batu memiliki peranan yang sangat besar dalam menjaga suhu agar tetap dingin.

Baca juga: 10 Penyebab Freezer atau Kulkas Tidak Dingin Sama Sekali

Es batu juga sangat bermanfaat untuk mempertahankan suhu agar dingin lebih lama ketika ada pemadaman listrik. Oleh sebab itu, mulai saat ini jangan ragu-ragu untuk membuat es batu. Terlebih, jika Anda tidak punya block ice (dry ice) atau ice pack.

3. Freezer kekurangan isi

Freezer yang isinya penuh cenderung dingin lebih lama dibandingkan dengan freezer yang hampir kosong. Apabila isinya penuh, suhu di dalamnya bisa bertahan hingga 48 jam. Apabila hanya setengah, suhunya akan mampu bertahan hingga 24 jam. Dalam keadaan kosong, atau diisi dengan sedikit makanan, freezer biasanya mampu bertahan hingga 4 jam.

Seperti teori es batu yang telah diungkapkan di atas, semakin banyak isi freezer, maka akan semakin banyak makanan beku yang akan menyimpan suhu dingin, sehingga suhu di dalam lemari es bisa bertahan lebih lama.

4. Tidak menempatkan makanan di dalam wadah

Apapun jenis makanan yang Anda masukkan ke dalam freezer, pastikan Anda menempatkannya di dalam sebuah wadah untuk melindunginya agar tidak terkontaminasi oleh makanan-makanan lain, khususnya dari daging merah ataupun daging unggas yang sangat mudah mengalami pertumbuhan bakteri berbahaya. Tak hanya apabila bersinggungan langsung, cairan atau rebusan air yang berasal dari daging juga bisa mengkontaminasi makanan lain.

Tak hanya perlu dilindungi dengan menggunakan wadah atau kontainer khusus untuk freezer, wadah (storage) ikan, daging unggas, maupun daging merah sebaiknya tidak menempel langsung dengan makanan lain.

5. Membekukan makanan terlalu lama

Pada suhu tertentu, makanan bisa dibekukan dalam jangka waktu yang sangat lama. Tapi sayang, makanan yang dibekukan dalam jangka waktu yang sangat lama umumnya akan mengalami penurunan kualitas rasa dan tekstur.

Baca juga: Tips Menyimpan Makanan di Kulkas Agar Awet dan Tidak Bau

Oleh sebab itu, pastikan makanan-makanan yang Anda bekukan tidak disimpan terlalu lama di freezer agar tekstur, aroma, dan rasanya tidak mengalami penurunan drastis.

6. Tidak mengelompokkan makanan

Mengetahui cara menata makanan di dalam lemari es sangat penting. Salah satu cara terbaik untuk menata makanan adalah dengan mengelompokkannya. Makanan yang dikelompokkan umumnya bisa beku lebih lama sehingga lebih awet dibandingkan dengan makanan-makanan yang diletakkan secara terpisah.

Mengelompokkan makanan juga bisa membantu menjaga makanan agar tidak mudah rusak ketika terjadi pemadaman listrik karena mereka akan membentuk iglo.

7. Mencairkan daging dan ikan dengan menggunakan suhu ruangan

Banyak diantara kita yang masih terbiasa mencairkan daging beku dengan memanfaatkan suhu ruangan atau dengan meletakkannya di tempat terbuka. Cara ini sangat berbahaya karena berpotensi menyebabkan pertumbuhan bakteri berbahaya.

Baca juga: Cara Mencairkan Makanan Beku yang Aman dan Benar

Untuk mencairkan daging beku (daging ayam/daging merah/ikan) sebaiknya dilakukan di dalam kulkas atau lemari es yang suhunya agak tinggi, atau bisa juga di lakukan di dalam microwave. Jika memang harus dicairkan menggunakan suhu ruangan, pastikan makanan beku tersebut tetap berada di wadahnya yang tertutup hingga benar-benar mencair.

8. Membuka freezer saat listrik padam

Ketika ada pemadaman listrik, pantang bagi siapapun untuk membuka pintu lemari es. Karena hal tersebut akan menyebabkan suhu dingin di dalam lemari es merembes keluar. Terlebih, jika Anda tidak tahu berapa lama pemadaman listrik akan berlangsung.

9. Mengembalikan makanan yang sudah dicairkan ke dalam freezer

Makanan yang sudah dicairkan dan terkena udara terbuka berpotensi besar mengandung bakteri. Mengembalikannya ke dalam freezer karena tidak langsung digunakan akan sangat tidak dianjurkan karena berbahaya. Oleh sebab itu, pertimbangkan dengan matang sebelum Anda mencairkan makanan dan pastikan Anda akan langsung mengolahnya.

10. Tidak menyediakan termometer

Termometer memiliki peranan yang sangat penting dalam membantu Anda mengetahui secara pasti suhu di dalam freezer. Tanpa termometer, Anda tidak bisa menebak-nebak suhu hanya dengan mengandalkan setelan suhu yang tersedia.

Baca juga: Jenis dan Lama Makanan Boleh Disimpan di Freezer

Pasalnya, suhu di dalam freezer sangat fluktuatif akibat berbagai faktor seperti: Sering membuka freezer, kerusakan pada kondensor freezer yang dapat menyebabkan suhu tidak dingin maksimal, dan lain sebagainya.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.