Beranda HVACR Kenapa Pasang AC Harus di Vacum? Ini Jawabannya

Kenapa Pasang AC Harus di Vacum? Ini Jawabannya

8655
0
kenapa pasang ac harus di vacum

Mungkin Anda sering mendengar pertanyaan “kenapa pasang AC harus di vacum?” seperti ini di berbagai forum praktisi pendingin di jejaring media sosial. Atau mungkin Anda sendiri tidak tahu alasannya, sehingga mencari informasi ini melalui googling di internet.

Perlu kita ketahui, proses vacum merupakan sebuah hal yang wajib dalam pemasangan AC baru maupun bekas. Hal ini pun sudah menjadi SOP ( Standar Operasional Prosedur ) yang tidak boleh ditinggalkan oleh siapa pun saat melakukan pemasangan unit AC.

Karena, unit Air-conditioner memakai gas refrigeran ( freon ) sebagai bahan pendingin, dan juga oli pelumas agar AC dapat bekerja secara maksimal. Yang mana, baik gas refrigeran maupun oli pelumas tersebut tidak boleh bercampur dengan uap air, udara, debu, ataupun kotoran lainnya.

Sehingga, untuk memastikan sistem benar-benar bersih seteril dari uap air dan udara, tidak ada cara lain selain harus vacum menggunakan mesin vacum.

Alasan kenapa pasang AC baru sekarang harus di vacum

Sampai disini mungkin sudah bisa dipahami ya ? Tapi mungkin akan timbul pertanyaan “Dulu saya sering pasang AC tanpa vacum aman-aman saja, lalu kenapa untuk AC sekarang harus di vacum?”

Karena, refrigeran yang digunakan pada AC zaman dulu beda dengan AC keluaran sekarang, atau lebih tepatnya AC keluaran pada tahun 2015 ke atas. dan berikut ini beberapa perbedaan atau fakta yang harus kita ketahui antara AC dulu dibanding AC sekarang.

Baca Juga: Rekomendasi AC Tipe Standard dari Berbagai Merk

1. AC lama menggunakan refrigeran R22 beda dengan AC sekarang yang sudah memakai refrigeran R32 / R410a

Seperti yang kita ketahui, Pemerintah telah melarang penggunaan refrigeran R22 untuk mesin pendingin, sehingga pabrikan AC harus menggantinya. Lalu, dipilihlah refrigeran R32 atau R410a jenis HFC. Jika AC lama dengan refrigeran R22 memakai oli Mineral Oil ( MO ), karena bisa melarut ( menyatu dengan R22 ) untuk disirkulasikan kembali ke mesin kompresor.

Sayangnya ini beda dengan refrigeran R32 yang tidak bisa mengikat MO. Sehingga, untuk memastikan oli bisa kembali ke kompresor, maka dicarilah oli lain. Kemudian pilihannya oli Polyolester (POE), refrigeran R32 bisa mengikat POE dan mensirkulasikan kembali ke kompresor dengan baik.

Jadi, harus kita ingat oli yang dipakai R22 itu beda dengan oli pada refrigeran R32 / R410a. R22 menggunakan oli Mineral Oil ( MO ), sedangkan R32 / R410a memakai oli Polyolester ( POE ).

Baca Juga: Perbedaan Refrigerant Freon R32 R22 dan R410A

2. Oli Polylester ( POE ) sangat hygroscopic

Masalahnya, oli Polylester ( POE ) ini sangat hygroscopic atau sangat kuat menyerap air dan uap air dari udara. Tentu ini akan jadi masalah jika uap air ini ikut masuk ke dalam sistem, dan berikut perbandingannya hygroscopic antara oli MO dan POE.

  • MO : 25 ppm ( part per million ), yakni oli untuk refrigeran R22
  • POE : 2.500 ppm ( part per million ), yakni oli untuk refrigeran HFC, R410A, R32, R407C, dan lainnya.

Dari perbandingan kedua oli di atas bisa kita simpulkan, ternyata selain oli POE tingkat menyerap uap air-nya sangat tinggi jauh dibanding oli MO. Sehingga, jika sedikit ada uap air di pipa instalasi akan cepat di serap oleh refrigeran R32 / R410a dengan oli POE.

3. Kompresor akan cepat rusak jika terdapat uap air atau udara

Seperti yang saya katakan di atas, dalam sistem Air-condioner harus benar-benar bersih dari uap air dan udara. Jika ada uap air di dalam sistem pendingin, oli POE akan menyerap air 2.500 ppm air. Hal ini akan membuat lebih besar reaksi asam, dan membuat oli jadi kental seperti jelly atau seperti lumpur.

Jika hal ini sampai terjadi, maka tinggal menunggu waktu saja pasti AC tersebut akan rusak. Jadi, apabila setelah 1 atau 2 bulan AC baru masih dingin sejak pemasangan awal tanpa di vacum, bukan berarti ini baik-baik saja. Karena rusaknya tidak langsung terjadi, melainkan dalam jangka panjang.

Baca Juga: AC Tidak Dingin Setelah di Service, Apa Penyebabnya?

Kesimpulan

Apabila kita ingin AC yang kita pasang bekerja dengan performa yang maksimal, tentu harus di vacum. Terlebih untuk AC sekarang yang menggunakan oli POE, sudah mutlak wajib di vacum karena tidak ada cara lain untuk menghilangkan uap air dan udara selain di vacum. Selain itu, proses vacum-nya pun juga harus menggunakan mesin vacum, tidak bisa memakai cara lama yakni hanya dengan air purging, atau istilahnya “ngejos”.

Oleh karena itu, sebagai pengguna Anda juga harus pintar dalam memilih jasa pemasangan AC, pastikan Anda memilih Teknisi yang bekerja sesuai dengan SOP pemasangan AC.

Dalam hal ini, jika kebetulan Anda berdomisili di wilayah Jakarta Selatan, Anda bisa memakai jasa pemasangan AC dari kami. Kami pastikan Teknisi kami bekerja sesuai dengan SOP, dan juga menggunakan mesin vacum yang memadai. Silakan lakukan pemesanan, atau juga bisa berkonsultasi terlebih dahulu dengan tim kami.

Nah, itulah beberapa alasan kenapa pasang AC baru sekarang harus di vacum. Selain karena tiga poin di atas, memang proses vacum sudah menjadi SOP dari pemasangan AC. Jika hal ini kita abaikan, tentu performa AC tersebut jadi kurang optimal, dan juga garansi dari pabrik tidak bisa di klaim karena pemasangan yang tidak sesuai dengan prosedur yang telah ditetapkan dari masing-masing brand.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.