Hembusan angin AC kurang kencang bisa menjadi masalah yang serius jika tidak segera diperbaiki. Hal ini bisa menyebabkan proses pendingin jadi lebih lama dari biasanya.

Seperti yang kita tahu, pada unit pendingin ruangan seperti AC terdapat banyak komponen yang memiliki fungsi masing-masing. Di mana antara komponen satu dengan lainnya saling berkesinambungan.

Salah satu komponen yang di maksud ialah kipas fan. Di mana ia memiliki peran untuk menghembuskan suhu dingin dari evaporator agar menyebar ke seluruh sudut ruangan.

Apabila kipas fan ini bermasalah, misalnya seperti hembusan angin tidak kencang, tentu suhu dingin tidak tersebar merata ke seluruh ruangan. Alhasil, yang dirasakan AC menjadi kurang dingin.

Sebenarnya, seberapa kencang hembusan angin AC dapat kita atur sesuai kebutuhan. Untuk mengaturnya, cukup tekan tombol ‘Speed Fan’ yang ada pada remote kontrol, lalu atur seberapa kencang yang kita mau.

Namun, apabila hal tersebut sudah dilakukan dan hembusan angin AC tetap tidak mau kencang, kemungkinan ini kipas fan sedang bermasalah.

Baca juga: Kenali 12 Tanda AC Rumah Butuh Segera di Servis

Penyebab hembusan angin AC kurang kencang

Setidaknya ada beberapa faktor yang menyebabkan hal ini terjadi, beberapa diantaranya:

1. Kipas fan kotor

Apabila kecepatan kipas fan tidak kencang, bisa jadi ini disebabkan karena kipas fan tersebut kotor. Artinya banyak debu atau kotoran yang menempel pada baling-baling kipas.

Alhasil, putaran kipas fan tidak kencang karena terbebani debu dan kotoran yang menempel terlalu banyak.

Biasanya ini terjadi karena AC kurang perawatan atau bahkan tidak pernah di servis sama sekali. Jika dibiarkan ini akan mengakibatkan AC menjadi kurang dingin, dan lebih buruknya dapat mengganggu kesehatan.

Karena, kualitas udara yang dihembuskan oleh AC tercampur dengan bakteri atau virus yang dibawa oleh debu dan kotoran.

Langkah penyelesaiannya

Untuk solusi masalah ini cukup mudah, yakni hanya perlu dilakukan servis perawatan. Bisa juga dilakukan tindakan servis besar (overhaul) apabila memang diperlukan.

Karena salah satu manfaat servis besar (overhaul) AC yakni untuk mengembalikan kinerja AC, termasuk supaya hembusan angin kembali kencang.

Baca juga: Kapan AC Harus dilakukan Servis Besar? Berikut Manfaatnya

2. Motor dinamo lemah

Penyebab hembusan angin AC kurang kencang selanjutnya yaitu motor dinamo lemah. Di mana motor ini fungsinya untuk memutar baling-baling kipas.

Jika sudah terjadi penurunan fungsinya, berarti motor dinamo ini sudah lemah atau rusak. Hal ini terjadi bisa karena umur dan juga akibat dari tegangan listrik yang tidak stabil.

Motor dinamo pada unit air conditioning biasaya menggunakan arus DC, namun ada juga beberapa yang menggunakan arus AC.

Selain masalah yang sudah kami sebutkan di atas, motor dinamo tidak bisa berputar kencang juga bisa disebabkan karena karat. Hal ini juga bisa menimbulkan suara berisik ketika AC dinyalakan.

Langkah perbaikannya

Dalam hal ini kita harus memeriksanya terlebih dulu untuk mengetahui apa penyebabnya. Jika hal ini disebabkan karena tegangan tinggi, biasanya harus dilakukan pergantian.

Namun, jika masalahnya karena karat, kita perlu membersihkan karat tersebut, kemudian kita olesi minyak pelicin agar motor dinamo bisa berputar lebih lancar.

3. Kapasitor fan lemah

Motor dinamo juga tidak bisa bekerja sendirian, melainkan memerlukan bantuan kapasitor fan. Di mana kapasitor ini berfungsi untuk menyimpan hambatan, sehingga ketika motor dinamo berputar memiliki support tenaga dari kapasitor.

Nilai kapasitor fan berbeda-beda, yakni sesuai dengan kapasitas (PK) AC. Namun, umumnya menggunakan ukuran 0,5 uF – 1,5 uF.

Kapasitor fan dikatakan lemah jika terjadi penurunan nilainya, sehingga ini akan mempengaruhi kinerjanya dan berimbas hasil putaran kipas fan menjadi pelan.

Langkah perbaikannya

Untuk memperbaikinya, kita perlu mengukur nilai kapasitor fan tersebut terlebih dulu. Apabila hasil pengukuran menunjukan terjadi penurunan nilainya, maka kita harus menggantinya dengan yang baru.

Kapasitor fan biasanya tertanam di PCB Modul, namun ada juga menggunakan socket. Sehingga untuk melakukan pergantian, kita perlu membuka bagian modul yang ada di unit indoor.

Kita bisa mendapatkan kapasitor fan ini dengan membelinya di toko spare part AC baik on-line maupun off-line. Dan harap pastikan kita menggantinya dengan ukuran yang sama.

4. Speed kipas fan tidak bisa di atur

Seperti yang sudah kami katakan sebelumnya, putaran kipas fan ini dapat kita atur. Untuk menambah dan mengurangi kecepatan kipas fan kita hanya perlu menekan tombol ‘Speed Fan’ yang ada di remote kontrol.

Akan tetapi, jika hal tersebut sudah dilakukan dan tidak ada hasilnya, kemungkinan ini karena remote kontrol sudah rusak.

Biasanya ini ada masalah pada sensor yang ada di remote tersebut, maupun di bagian unit indoor.

Cara memperbaikinya

Untuk memastikan remote tersebut dalam kondisi normal atau tidak, sebaiknya coba ganti baterainya terlebih dulu. Karena bisa saja ini disebabkan karena kondisi baterai yang sudah lemah.

Anda juga mencoba menggunakan remote lain untuk menambah kecepatan kipas fan. Jika pakai remote lain bisa, kemungkinan memang remote sebelumnya sudah rusak.

Agar kecepatan kipas fan bisa kita atur melalui remote kembali, kita bisa mengganti remote dengan yang orisinil, alternatifnya bisa memakai remote AC universal.

Baca juga: Cara Setting Remote AC Universal, Lengkap dengan Kodenya

5. Tegangan listrik rendah

Untuk AC jenis Split Wall Mounted bisanya menggunakan listrik 1 phase dengan tegangan 190-220V. Namun, ada juga AC yang bisa bekerja di bawah 190V, misalnya seperti AC low watt.

Akan tetapi, jika tegangan listrik ini terlalu rendah, selain mempengaruhi kinerja AC dalam mendinginkan ruangan, ini juga bisa menyebabkan putaran kipas fan menjadi pelan.

Langkah perbaikannya

Jika sudah dilakukan pemeriksaan dan masalahnya ada di tegangan listrik yang rendah, solusinya bisa memakai stabilizer.

Di mana dengan menggunakan stabilizer harapannya agar tegangan listrik yang masuk ke AC stabil di 190-220V.

Dampak negatif dari hembusan angin AC tidak merata

Apabila hembusan angin AC tidak stabil, maka ini bisa dapat mempengaruhi kinerja AC dalam proses mendinginkan ruangan. Beberapa kemungkinan yang terjadi.

  • AC jadi kurang dingin
  • Suhu dingin yang ada di evaporator tidak tersebar dengan maksimal
  • Terjadi bunga es di unit indoor

Sirkulasi udara tidak maksimal, sehingga mempengaruhi kualitas udara tersebut

Baca juga: Terjadi Bunga Es di Unit Indoor AC, Apa Penyebabnya?

Tips agar tidak ada masalah pada hembusan angin AC

Untuk mencegah hal tersebut terjadi, kita hanya perlu melakukan servis perawatan secara rutin. Sehingga, kerusakan AC seperti hembusan angin AC yang kurang kencang dapat diketahui lebih dini.

Namun, jika penyebabnya karena umur seiring AC dipakai, maka solusinya seperti yang sudah kami sampaikan di atas, yang mana berdasarkan dengan apa yang menjadi penyebabnya.

Di postingan ini sudah kami bahas tentang penyebab hembusan angin AC kurang kencang. Semoga bermanfaat dan menambah pengetahuan kita semua.

..dan kira-kira mau konten apa lagi selanjutnya, agar bisa kami buatkan artikelnya. Silahkan tulis pendapat Anda pada kolom komentar di bawah ya!.

Share.
Rudhi Hadhi

Teknisi yang juga suka menulis di Internet. Semoga apa yang saya tulis di website ini bisa bermanfaat.

Leave A Reply

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.

× Chat di WhatsApp
Exit mobile version